Kritis & Tajam, Rizal Ramli Tokoh Berpengaruh di Demokrasi RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Kalangan ekonom berduka atas wafatnya ekonom senior Rizal Ramli, salah satunya Rektor Universitas Paramadina yang juga salah satu ekonom pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini.

Rizal Ramli wafat pada Selasa (2/1/2024) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Pria kelahiran Padang, 10 Desember 1954 ini diketahui tengah berjuang melawan penyakit kanker pankreas. Pihak keluarga akan memakamkan Rizal di TPU Jeruk Purut pada Kamis, (4/1/2024).

“Tadi malam kita kehilangan tokoh. Saya kehilangan sahabat karib,” kata Didik melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/1/2023).

Didik pun menceritakan sepak terjang mantan menteri keuangan dan menko bidang ekonomi, keuangan, dan industri era pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur itu.

Ia mengatakan, memori yang paling ia ingat ialah tatkala Rizal Ramli mengapresiasi ide dan kritikannya terhadap kebijakan pemerintah yang saat itu masih sangat tergantung terhadap utang luar negeri (ULN)

Pada zaman Orde Baru, Indonesia menurutnya masih sangat tergantung kepada ULN, sehingga ada sisi kurang berdaulat dan ada nuansa didekte dalam kebijakan ekonomi.

“Suatu pagi ketika Rizal Ramli (RR) masih menjabat Menteri Koordinator Perekonomian (2000-2001) menelpon saya langsung dari kantornya hanya sekedar memberi apresiasi dan respek terhadap muatan ide di dalam tulisan saya di harian Kompas tentang utang Luar Negeri,” ucap Didik.

Hasil apresiasi Rizal Ramli itulah yang membuat Didik melanjutkan tulisannya di media massa terkait ULN itu dalam sebuah buku berjudul Ekonomi Politik Utang. Sebab, muatan percakapan yang disampaikan Rizal Ramli saat itu sangat konstruktif meski dikritik.

“Pengalaman bersama dan komunikasi saya dengan Rizal Ramli bersifat akademik, intelektual sampai yang bersifat pribadi. Saya memahami gejolak di dalam dirinya untuk terus mengobarkan tidak hanya hal akademik dan riset, tetapi juga gerakan yang terus menonjol dalam aktivitasnya sehari-hari,” tutur Didik.

Keteguhan Rizal Ramli dalam memperbaiki ekonomi bangsa, dan menjaga kualitas demokrasi Indonesia juga dikenang Didik tatkala dirinya membangun dua lembaga think tank yang berbeda, namun tetap satu tujuan.

“Pengalaman pribadi lain sejak pertengahan 1990-an, Rizal Ramli mendirikan lembaga Think Tank ECONIT yang terkenal, saya dan rekan-rekan mendirikan lembaga think Tank lain yaitu INDEF. Didirikan bersamaan pada masa Orde Baru masih sangat kuat dan monopoli kebenaran hanya ada di kelompok ekonom pemerintah,” ungkap Didik.

Menurut Didik, Rizal Ramli adalah sosok tokoh yang masa mudanya tumbuh dalam gerakan dan ranah intelektual. Namun, akhir-akhir ini yang menonjol dalam dirinya adalah gerakan oposisi untuk melawan praktik anti demokrasi di dalam kekuasaan.

Sepanjang hayatnya pun menurut kesaksian Didik tidak pernah berhenti untuk menjaga demokrasi dengan caranya sendiri dan melakukan upaya koreksi terus-menerus bahkan ketika demokrasi kembali dikikis pihak-pihak yang haus kekuasaan.

“Remuk redam seperti sekarang ini. Check and Balances di dalam demokrasi formal parlemen mati, Rizal Ramli tampil ke depan sehingga marwah demokrasi yang jatuh masih terlihat ada dinamika,” tegasnya.

Sebagai tokoh pergerakan, Rizal Ramli pun Didik anggap berani memilih jalan di luar kekuasaan dengan kapasitasnya sebagai ekonom, intelektual, yang berbicara dengan data dan fakta ekonomi politik. Rizal Ramli ia tegaskan juga terus memupuk sikapnya untuk tidak memakai baju partai politik, karena dianggap tidak memadai untuk menjaga apalagi mendorong demokrasi.

“Jadi banyak orang yang tetap melihat figur RR adalah tokoh yang berpengaruh dalam menjaga demokrasi. Jadi RR selama hidupnya hanyut di dalam arus gerakan, yang menjadikan rumahnya markas diskusi dan sekaligus gerakan. Itu semua untuk satu tujuan kontrol terhadap demokrasi,” kata Didik.

“Karena tidak hendak masuk ke dalam sistem dan tetap menempatkan dirinya di luar, maka gerakannya terus-menerus dan selamanya menjadi oposisi kritis, bahkan sangat kritis,” ungkapnya.

Kini, Rizal Ramli sudah pulang. Rombongan pejabat negara hingga mantan wakil presiden melayat ke rumah duka ekonom senior Rizal Ramli pada Rabu (3/1/2024). Wakil presiden periode 2014-2019 Jusuf Kalla, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menjadi beberapa di antaranya. https://juswortele.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*