PKS Bisa Jadi Kuda Hitam Pemilu 2024, Anies Effect?

Jakarta, CNBC Indonesia Hasil survei terbaru dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalami pertumbuhan signifikan yakni mampu menembus perolehan suara di atas 10%. PKS, yang menargetkan 15% perolehan suara pada pemilihan umum mendatang, kini berada pada elektabilitas 11,8 persen, berada di posisi keempat.

Faktor utama di balik pertumbuhan pesat PKS, menurut survei CSIS, adalah konsistensinya dalam mendukung oposisi. Posisi PKS yang mendukung Prabowo pada Pemilu 2014 dan 2019, serta dukungannya pada Anies Baswedan sejak Pilkada DKI Jakarta 2017, memberikan gambaran sikap yang konsisten dan mendalam.

Hasil survei CSIS menunjukkan perolehan suara PKS mampu menembus kinerja historis dalam 4 Pemilu terakhir yang berada di kisaran 6,5-8,5%. Hasil survei ini menimbulkan adanya harapan PKS mampu mencatatkan rekor sejarah baru. 

Keberhasilan PKS juga terlihat melalui efek “coattail” atau fenomena peningkatan suara yang kuat melalui keterlibatan tokoh penting. Dalam konteks ini, PKS merasakan coattail effect dengan bergabung dalam Koalisi Perubahan, yang mengusung pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Survei menunjukkan bahwa PKS memperoleh efek lebih signifikan dibandingkan partai lain dalam koalisi yang sama.

Bahkan, PKS berhasil mengungguli elektabilitas partai yang juga terlibat dalam Koalisi Perubahan, seperti Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam survei, PKS hanya kalah tipis 0,1 persen dari Partai Golkar yang berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 11,9 persen. PKS menempati posisi empat dengan elektabilitas 11,8 persen, mengungguli PKB di posisi kelima (9,2 persen) dan NasDem di posisi keenam (6,4 persen).

Survei ini mengonfirmasi bahwa PKS bersaing ketat dengan Partai Golkar, yang hanya unggul tipis 0,1 persen dari PKS. Di atas keduanya, PDIP dan Gerindra masih bersaing ketat untuk posisi pertama dan kedua.

Metode survei yang dilakukan oleh CSIS menggunakan wawancara tatap muka pada 1.300 responden dengan metode multistage random sampling pada 13-18 Desember 2023. Margin of error survei ini kurang lebih 2,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Namun, perlu dicatat bahwa hasil survei CSIS menunjukkan keunggulan PKS yang berbeda dengan survei dari lembaga lain. Survei Polling Institute dan Indikator Politik, yang dirilis pada tanggal yang sama, menempatkan PKS di posisi enam dengan elektabilitas 6,1 persen dan 6 persen, masing-masing.

Meskipun demikian, keberhasilan PKS dalam survei CSIS memberikan sinyal bahwa partai ini memiliki potensi untuk menjadi kekuatan signifikan pada pemilihan umum mendatang. Sementara itu, PPP diprediksi tidak akan lolos dan tidak akan mendapatkan kursi parlemen, dengan elektabilitas yang tetap stabil di kisaran 3,5 persen.

Selain itu, data yang perlu diperhatikan sebagai gambaran peta kekuatan dari partai PKS adalah hasil Pileg 2019 dari setiap daerah pemilihan (dapil). https://belajarlahlagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*